TEBO – Ratusan tenaga kesehatan (nakes) berstatus R4 di Kabupaten Tebo menggelar aksi damai di depan Kantor Bupati Tebo, Senin (15/9/2025). Mereka menuntut keadilan dan kepastian status setelah hasil seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) tahap II dinilai tidak berpihak kepada nakes R4, khususnya yang bertugas di puskesmas.
Dalam orasinya, para peserta aksi menegaskan bahwa tujuan mereka bukan untuk menimbulkan kegaduhan, melainkan memperjuangkan hak dan kejelasan masa depan.
“Kami sama-sama tenaga kesehatan, jangan ada perbedaan antara R3 dan R4. Kerja kami nyata, tapi kenapa status kami begitu sulit,” ujar salah satu perwakilan.
Mereka juga mempertanyakan minimnya jumlah nakes R4 yang diusulkan dalam seleksi, padahal peserta masih banyak. Kekecewaan semakin bertambah karena hasil seleksi mayoritas meluluskan nakes dari rumah sakit, sementara dari puskesmas dinilai terkesan pilih-pilih.
Selain itu, peserta aksi menyoroti adanya surat edaran yang dianggap membingungkan. Menurut mereka, jika sejak awal hanya nakes bergaji yang bisa diusulkan, seharusnya aturan tersebut disampaikan secara tegas agar tidak menimbulkan harapan palsu.
“Kami R4 butuh kepastian, bukan sekadar janji. Kami hanya ingin kejelasan tentang masa depan setelah ini,” tegas perwakilan nakes.
Aksi damai tersebut berlangsung tertib tanpa insiden. Para tenaga kesehatan berharap pemerintah daerah dan pihak terkait segera memberikan solusi terbaik bagi nasib ratusan nakes R4 di Kabupaten Tebo.(jnc)




Discussion about this post