TEBO – Tidak semua pemimpin lahir dari ruang-ruang kekuasaan. Sebagian tumbuh dari lorong pengabdian yang sunyi, ditempa oleh waktu, kesabaran, dan keikhlasan. Sosok itu tercermin kuat pada diri Zaiyen Amin, S.I.P., figur sentral di balik bangkitnya Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Tebo menjadi organisasi yang solid, berpengaruh, dan dihormati.
Pengabdian Zaiyen Amin bermula pada tahun 2000, saat ia diangkat sebagai Sekretaris Desa, yaitu desa teluk rendah ulu kecamatan tebo ilir kabupaten tebo. Dua dekade lebih ia merasakan langsung denyut nadi kehidupan perangkat desa: bekerja melayani masyarakat di garis terdepan, namun kerap berada dalam keterbatasan. Pada masa itu, perangkat desa belum memiliki kepastian hukum yang kuat, status kerja masih abu-abu, serta kesejahteraan yang jauh dari kata layak.
Situasi tersebut membentuk karakter Zaiyen Amin sebagai sosok yang peka terhadap ketidakadilan dan berani bersuara untuk perubahan. Kesadaran itulah yang kemudian membawanya aktif dalam organisasi perangkat desa. Hingga pada tahun 2020, Zaiyen Amin dipercaya memimpin PPDI Kabupaten Tebo.
Amanah tersebut bukan sekadar jabatan, melainkan titik awal konsolidasi besar-besaran. Ia menyatukan perangkat desa lintas kecamatan, membangun komunikasi intensif, serta menghidupkan kembali semangat kebersamaan yang sempat meredup.
Di bawah kepemimpinannya, PPDI Tebo perlahan bertransformasi. Organisasi yang sebelumnya berjalan apa adanya, kini menjadi wadah perjuangan yang terstruktur, tertib, dan memiliki arah yang jelas. Aspirasi perangkat desa tidak lagi disampaikan secara terpisah-pisah, melainkan dihimpun dan diperjuangkan melalui jalur organisasi yang kuat dan bermartabat.
Puncak pengakuan terhadap kepemimpinan Zaiyen Amin terlihat jelas saat pengukuhan kepengurusan PPDI Kabupaten Tebo pada kamis 22/01/2026. Acara tersebut menjadi momen bersejarah yang sulit dilupakan. Bukan hanya karena prosesi pengukuhan, tetapi karena besarnya atensi dan kehadiran para pemangku kepentingan daerah.
Bupati tebo agus rubiyanto dan Wakil Bupati Tebo, Nazar Effen, hadir langsung dalam acara tersebut. Ketua DPRD Kabupaten Tebo, Khalis Mustiko, bersama Wakil Ketua I DPRD, Ihsanuddin, juga turut hadir. Seluruh camat se-Kabupaten Tebo tampak memenuhi lokasi acara, disertai ratusan perangkat desa dari berbagai wilayah.
Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) pun ikut menyaksikan langsung momentum tersebut. Tidak itu saja pengurus ppdi kabupaten/kota juga hadir penyaksikan pengukuhan itu. Kehadiran para petinggi daerah ini bukanlah sekadar formalitas seremonial.
Ia menjadi bukti konkret bahwa PPDI Tebo telah menjelma menjadi kekuatan sosial yang diperhitungkan. Bagi banyak kalangan, besarnya partisipasi lintas unsur itu adalah cerminan kuatnya pengaruh dan legitimasi kepemimpinan Zaiyen Amin. Ia berhasil menjadikan PPDI sebagai jembatan efektif antara kepentingan perangkat desa dengan kebijakan pemerintah daerah.
Perjuangan panjang itu akhirnya membuahkan hasil nyata. Salah satu capaian monumental yang dirasakan langsung oleh perangkat desa adalah terbitnya Surat Keputusan (SK) Bupati tebo bagi perangkat desa. Kebijakan ini menjadi tonggak penting dalam sejarah pemerintahan desa di Kabupaten Tebo, sekaligus menjawab kegelisahan yang telah bertahun-tahun dirasakan perangkat desa terkait kepastian status dan perlindungan hukum.
Tak hanya itu, kepengurusan PPDI Kabupaten Tebo di bawah kepemimpinan Zaiyen Amin juga mendapat respons positif dari Bupati Tebo, Agus Rubiyanto, S.E., M.M. Dukungan tersebut memperkuat sinergi antara organisasi perangkat desa dan pemerintah daerah, sekaligus membuka ruang dialog yang lebih sehat dan konstruktif.
Kepercayaan yang terus menguat tidak berhenti di tingkat kabupaten. Pada tahun 2025, Zaiyen Amin kembali mendapat amanah yang lebih besar sebagai Ketua PPDI Provinsi. Penunjukan ini menjadi pengakuan atas konsistensi, integritas, dan pengaruh kepemimpinannya yang telah terbukti di daerah.
Bagi Zaiyen Amin, PPDI bukan sekadar organisasi, melainkan rumah besar perjuangan. Rumah tempat perangkat desa saling menguatkan, menyatukan suara, dan memperjuangkan hak tanpa meninggalkan kewajiban. Prinsip itulah yang membuatnya tetap membumi, meski pengaruhnya kian luas.
Hari ini, perubahan itu nyata dirasakan. Perangkat desa tidak lagi berjalan sendiri-sendiri. Mereka memiliki payung organisasi yang kuat, memiliki kepastian hukum melalui SK Bupati, serta memiliki ruang dialog yang terbuka dengan pemerintah daerah. Semua itu lahir dari proses panjang yang sarat pengorbanan.
Jejak langkah Zaiyen Amin adalah bukti bahwa kepemimpinan sejati tidak lahir dari ambisi, melainkan dari ketulusan untuk memperjuangkan kepentingan bersama. Dari seorang Sekretaris Desa hingga pemimpin perangkat desa di tingkat provinsi, ia telah menorehkan sejarah yang akan dikenang sebagai bagian penting dari perjalanan PPDI Tebo.(*)





Discussion about this post