TEBO – Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional dan Hari Disabilitas Internasional Tahun 2025 di Kabupaten Tebo justru menyisakan ironi. Acara yang mengusung semangat inklusivitas itu digelar tanpa melibatkan atlet disabilitas yang selama ini mengharumkan nama daerah.
Fakta tersebut mencuat saat Wakil Bupati Tebo, Nazar Efendi, secara terbuka menyentil Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) dalam sambutannya, Kamis (18/12/2025). Pasalnya, atlet National Paralympic Committee (NPC) Kabupaten Tebo tidak tercantum dalam daftar undangan resmi.
“Ini acara Hari Disabilitas, tapi atlet disabilitas justru tidak diundang. Ini kelalaian serius dan akan kita evaluasi,” tegas Nazar Efendi
Wabup menilai kejadian tersebut menunjukkan lemahnya kepekaan dinas teknis dalam menerjemahkan makna inklusivitas. Padahal, atlet disabilitas Tebo telah berulang kali menyumbangkan prestasi dan medali, sekaligus mengangkat nama daerah di tingkat yang lebih luas.
Meski sempat menimbulkan kekecewaan, diakui nazara, dalam acara tersebut diketahui tetap hadir perwakilan dari atlet NPC Kabupaten Tebo.
Nazar Efendi menegaskan, persoalan ini tidak boleh dianggap sepele dan akan menjadi bahan evaluasi kinerja Dinsos PPPA ke depan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Sementara itu, Kepala Dinsos PPPA Kabupaten Tebo, Arif Haryoko, mengungkapkan bahwa jumlah penyandang disabilitas di Kabupaten Tebo saat ini tercatat sebanyak 1.035 orang.
Peringatan Hari Disabilitas Internasional yang seharusnya menjadi momentum refleksi dan penghormatan terhadap kelompok rentan, di Kabupaten Tebo justru menyingkap persoalan klasik: antara slogan inklusivitas dan praktik di lapangan yang masih timpang.(*)




Discussion about this post