TEBO – Sejumlah ekor sapi kembali terlihat berkeliaran bebas di Jalan Sultan Thaha, Simpang V Muara Tebo, Kecamatan Tebo Tengah, Selasa pagi (13/1/2026) sekitar pukul 06.00 WIB. Keberadaan ternak di jalan protokol ini dinilai sangat membahayakan pengguna jalan, terutama pada jam sibuk aktivitas pagi.
Menurut keterangan warga, sapi-sapi tersebut setiap malam diduga dibiarkan tidur di Lapangan Merdeka Pasar Tebo, lalu pagi harinya masuk ke badan jalan tanpa pengawasan pemilik. Kondisi ini bukan kali pertama terjadi dan sudah kerap dikeluhkan masyarakat.
“Ini hampir tiap pagi. Jam orang mau kerja, anak sekolah berangkat, sapi malah berkeliaran di jalan raya. Kalau terjadi kecelakaan, siapa yang bertanggung jawab?” ujar salah satu tokoh masyarakat setempat yang enggan disebutkan namanya.
Selain mengganggu arus lalu lintas dan membahayakan keselamatan pengguna jalan, sapi-sapi tersebut juga kerap merusak fasilitas lingkungan. Warga mengeluhkan ternak tersebut memakan tanaman hias di depan rumah warga, taman kota, serta ruang terbuka hijau lainnya yang selama ini dirawat dengan biaya dan tenaga sendiri.
“Bukan cuma di jalan, tanaman depan rumah dan taman juga habis dimakan sapi. Ini sudah sangat meresahkan. Kalau dibiarkan terus, kami yang dirugikan,” tegas masyarakat setempat.
Warga mempertanyakan tanggung jawab pemilik ternak serta peran pemerintah daerah dan instansi terkait dalam melakukan penertiban. Jalan Sultan Thaha merupakan jalur utama di ibu kota Kabupaten Tebo yang seharusnya steril dari hewan ternak lepas.
Masyarakat mendesak agar penertiban dilakukan secara tegas dan berkelanjutan, bukan sekadar imbauan, guna mencegah potensi kecelakaan lalu lintas dan menjaga ketertiban umum di pusat kota Muara Tebo.(*)




Discussion about this post