TEBO – Pemerintah Kabupaten Tebo terus memperkuat upaya penekanan angka stunting melalui program S4 Genting. Wakil Bupati Tebo, Nazar Effendi, bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait meninjau langsung sekaligus menyerahkan bantuan kepada keluarga berisiko stunting.
Dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati didampingi Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB), kepala bekauda Kabupaten Tebo.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Tebo, A. Malik, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 1.303 anak yang masuk kategori berisiko stunting. Dari jumlah tersebut, sebanyak 77 anak telah terdata mengalami stunting yang tersebar dalam 572 keluarga berisiko. Pemerintah daerah menargetkan penanganan dilakukan secara bertahap dalam kurun waktu dua tahun.
“Enam bulan pertama bantuan makanan diberikan kepada 150 keluarga beresiko stunting, enam bulan berikutnya 200 keluarga beresiko stunting, dan enam bulan seterusnya 222 keluarga berisko stunting. Anak yang belum menunjukkan perkembangan akan menjadi fokus intervensi lanjutan agar angka stunting dapat ditekan secara maksimal,” ujar A. Malik.
Ia menambahkan bahwa program S4 Genting telah berjalan selama tiga bulan dan menunjukkan hasil positif. Anak-anak yang mengalami stunting mulai mengalami peningkatan kondisi kesehatan dan berat badan.
Sementara itu, Wakil Bupati Tebo Nazar Effendi menegaskan bahwa penanganan stunting harus dilakukan secara terintegrasi dan berkelanjutan.
“Kami memastikan penanganan stunting ini berjalan terpadu, mulai dari lingkungan, pola asuh, hingga asupan gizi. Alhamdulillah, dalam tiga bulan terakhir sudah terlihat perubahan yang signifikan. Anak-anak yang berisiko kini menunjukkan perkembangan yang lebih baik,” katanya.
Pemkab Tebo optimistis melalui sinergi seluruh OPD dan program S4 Genting, angka stunting dapat terus ditekan bahkan ditargetkan mendekati nol dalam dua tahun ke depan.(*)




Discussion about this post