JAMBI – Program Padat Karya Tunai (PKT) Kementerian PUPR menjadi program yang sangat dinantikan masyarakat Jambi. Berdasarkan data Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah Jambi, pada tahun 2023 ini telah terserap 4.888 orang tenaga kerja melalui Program Padat Karya Tunai (PKT) Kementerian PUPR itu. Sedangkan target keseluruhan 6.270 orang.
Kepala BPJN Wilayah Jambi Ibnu Kurniawan melalui Kepala Seksi Preservasi BPJN Wilayah Jambi Intan menyatakan, program PKT itu untuk memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat berpenghasilan rendah untuk membantu perekonomian masyarakat.
“Data terakhirbkita telah terserap 4.888 orang tenaga kerja hingga akhir Oktober,” kata Intan.
Karena masih ada waktu, Intan meyakini angka itu masih bisa bertambah bahkan melebihi target seperti tahun lalu.
“Berdasarkan progres, kita yakin akan tercapai target. Alokasi dana yang terserap mencapai Rp 103 Miliar dari total anggaran Rp126 Miliar,” ucap Intan.
Masih kata Intan, lelaksanaan Padat Karya di Jalan Nasional Provinsi Jambi sepanjang 1.313,4 km terdiri dari pemeliharaan rutin jalan dan jembatan dan revitalisasi drainase yang diadakan melalui kegiatan di tiga wilayah satuan kerja Provinsi Jambi.
Intan menjelaskan kegiatan PKT ini seperti pekerjaan pemeliharaan rutin jalan dan jembatan ini terdiri dari pekerjaan pengendalian tanaman, pembersihan drainase, pembersihan jembatan, pengecatan jembatan, sedangkan pekerjaan revitalisasi drainase meliputi perbaikan drainase atau pembuatan saluran baru.
“Tempat pekerjaan dilakukan di Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional dibawah BPJN Jambi,” akunya.
Pekerja program PKT diambil langsung dari masyarakat lokal. Dengan gaji yang diambil per minggu. Dengan gaji harian sebesar Rp130 ribu hingga Rp135 ribu tergantung dengan jenis pekerjaan. “Untul saat ini realisasi serapan keuangan PKT sudah mencapai 81 persen sedangkan untuk fisik sudah mencapai 92,5 persen,” terangnya.
Angka serapan tenaga kerja PKT yang ditargetkan pada tahun ini sendiri lebih tinggi dibandingkan tahun 2022 lalu. Saat itu 3.172 tenaga kerja terserap dengan Hari Orang Kerja (HOK) sebanyak 266.337. (**/ist)




Discussion about this post