BATANG HARI – Kapolres Batang Hari AKBP Handoyo Yudhy Santosa bersama Ketua Bhayangkari Cabang Batang Hari melaksanakan kunjungan kerja ke Polsek Pemayung pada Selasa (18/8).
Kapolres memberikan arahan dan pembinaan kepada seluruh personel Polsek Pemayung.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kedisiplinan, profesionalisme, dan kesiapsiagaan seluruh personel dalam melaksanakan tugas.
“Ini momentum evaluasi kinerja serta saling belajar dan bertukar pikiran. Tolong bantu Kapolsek, bekerja dengan ikhlas,” kata Kapolres di hadapan personel Polsek Pemayung.
Dalam kesempatan itu, Kapolres juga meminta agar semua anggota Polsek Pemayung tidak ikut judi online (Judol), pinjaman online (pinjol), karena akan merusak diri sendiri dan keluarga.
“Pikirkan baik-baik sebelum melakukan perbuatan yang melanggar,” pintanya.
Begitu juga terkait pelayanan terhadap masyarakat. Personel Polsek Pemayung diminta tidak arogan dan selalu menerima laporan dari masyarakat. Baik itu laporan langsung maupun laporan melalui telpon.
“Masyarakat itu jangan dibentak, segera tangani laporan yang datang ke Polsek, saling kerjasama,” pintanya.
Kapolres mengingatkan kepada semua personel Polsek Pemayung selalu menjaga diri dalam bertugas. Jaga Marwah institusi. Jika personel melakukan kejahatan, nama institusi akan tercoreng.
“Jika tidak bisa memberikan prestasi, tolong jangan melanggar. Kalau kalian bisa memberikan karya untuk institusi, Saya sebagai pimpinan sangat bangga,” tegasnya.
Kapolres juga memberikan arahan terkait program Asta Cita Presiden, seperti, ketahanan pangan, MBG, serta penanganan karhutla di wilayah Polres Batang Hari.
Penanaman jagung sudah masuk kuartal tiga. Panen raya ditargetkan pada September. Kegiatan penanaman jagung ini perlu dukungan aparat desa.
“Kami minta dukungan seluruh desa. Satu desa satu hektar. Pemayung sudah terpenuhi, mudahan-mudahan lebih,” jelasnya.
Kemudian, terkait program MBG, Polres Batang Hari sudah membangun satu dapur MBG dan bisa melayani sekitar 3.167 siswa PAUD, SD, SMP dan SMA untuk wilayah Muara Bulian.
“Mudah-mudahan bulan depan sudah berjalan,” harapnya.
Terkait Karhutla, sampai saat ini anggota Polres jajaran masih siaga. Kapolres meminta dukungan camat, kades, untuk mensosialisasikan agar membuka lahan tidak perlu lagi dengan membakar. Proses pembukaan lahan dengan membakar itu dampaknya akan sangat fatal bila menyebar kemana mana.
“Kita minta dukungan semua pihak,” katanya.
Sementara itu, Kapolsek Pemayung AKP Nauli Harahap mengatakan, untuk penanganan karhutla, Polsek Pemayung sudah bekerjasama dengan kades dan perusahaan untuk memasang himbauan larangan membuka lahan dengan cara membakar.
“Perusahaan juga sudah kami gandeng
agar tidak bakar hutan. Penanganan di perusahaan juga sudah memenuhi standar,” akunya.
Untuk ketahanan pangan, Polsek Pemayung dan instansi terkait sudah melakukan rapat, guna percepatan program penanaman jagung di setiap Desa. Desa yang tidak punya lahan, sudah dipinjamkan dengan dinas pertanian. Ada juga lahan milik perusahaan sekitar 6 hektar.
“Total keseluruhan sekitar 24 hektar,” pungkasnya.(*)




Discussion about this post