Bekato
Sabtu, 8 Agustus 2026
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Hukrim
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Lainnya
    • Ekbis
    • Khazanah
    • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Gaya Hidup
  • Budaya
  • Hiburan
  • Tren
  • Otomotif
  • Selebriti
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Wisata-Kuliner
Bekato
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Hukrim
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Lainnya
    • Ekbis
    • Khazanah
    • Opini
  • Advertorial
Bekato
HOME LIFESTYLE BUDAYA ENTERTAINMENT FASHION OTOMOTIF SELEBRITI SPORT TECHNO WISATA-KULINER

Dari Pengungsian ke Huntara, Korban Banjir Padang Mulai Menata Harapan

11 Desember 2025
in Nasional
Dari Pengungsian ke Huntara, Korban Banjir Padang Mulai Menata Harapan
13
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA – Mata Mak Wet tampak berkaca-kaca saat menatap rumah berukuran 6 x 6 meter di hadapannya. Perasaan haru bercampur lega menyelimuti dirinya. Hari itu, ia bersama dua anaknya mulai menempati hunian sementara (huntara) di Kampung Nelayan, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang.

Rumah tersebut menjadi tempat bernaung sementara setelah kediaman Mak Wet di Kampung Apa, Lubuk Minturun, hanyut diterjang banjir bandang pada 28 November 2025 lalu. Dua rumah kerabatnya pun turut hilang terbawa arus sungai.

“Rumah kami hanyut dibawa banjir, tidak ada yang tersisa,” ujar Mak Wet saat ditemui di Huntara Kampung Nelayan, Kamis (11/12/2025).

Usai bencana, Mak Wet dan keluarganya mengungsi di Masjid Al Hijrah yang berada tak jauh dari lokasi rumahnya. Hampir dua pekan ia jalani kehidupan di pengungsian sebelum akhirnya dipindahkan ke huntara.

“Setelah kejadian, kami mengungsi di masjid dekat rumah. Hampir dua minggu di pengungsian, lalu sekarang menempati huntara ini,” kenangnya.

Hunian sementara yang ditempati Mak Wet dinilai cukup nyaman. Rumah tersebut memiliki dua kamar tidur yang telah dilengkapi tempat tidur spring bed, ruang tamu dengan kursi dan meja, ruang tengah dengan meja makan sederhana, kipas angin, serta dapur yang dilengkapi kompor dan tabung gas. Aliran air sumur juga tersedia.

“Semuanya sudah lengkap dan barangnya masih baru,” ucap Mak Wet.

Di kawasan Huntara Kampung Nelayan tersedia 80 unit rumah dengan fasilitas seragam bagi seluruh penghuni. Kondisi tersebut membuat para penyintas bencana merasa lebih tenang dibandingkan saat berada di pengungsian.

Hal serupa dirasakan Dani, korban banjir lainnya asal Batu Busuk, Lambung Bukit, Kecamatan Pauh. Rumahnya juga hanyut terbawa arus pada peristiwa banjir bandang tersebut.

“Kawasan bekas tempat tinggal kami sekarang sudah menjadi sungai dan ditetapkan sebagai zona merah oleh pemerintah,” ungkap Dani.

Mendengar adanya penyediaan huntara, Dani bersama istri dan tiga anaknya segera mendaftar untuk menempati rumah tersebut. Anak bungsunya yang masih berusia dua bulan sempat mengalami sakit dan infeksi selama berada di pengungsian.

“Di pengungsian kondisinya bercampur dengan banyak orang. Di sini kami lebih tenang, anak bisa dirawat dengan maksimal,” ujar Dani, dibenarkan oleh istrinya, Rifi.

Dani sekeluarga mulai menempati huntara pada Kamis siang dengan diantar pihak kelurahan. Ia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Pemerintah Kota Padang.

“Terima kasih kepada Pemerintah Kota Padang yang telah memikirkan nasib kami. Meski hanya sementara, kami sudah memiliki tempat tinggal yang layak,” ucapnya.(*)

Sumber: Infopublik

Previous Post

Pembahasan UMK Batang Hari Ditunda

Next Post

BNPB: Distribusi Logistik Bantuan Terus Dikebut Lewat Udara dan Darat

Next Post
BNPB: Distribusi Logistik Bantuan Terus Dikebut Lewat Udara dan Darat

BNPB: Distribusi Logistik Bantuan Terus Dikebut Lewat Udara dan Darat

Discussion about this post

Terhangat Sepekan

  • Warga Teluk Rendah Ilir Gotong Royong Bangun Gedung Baru TK Cahaya Hati ‎

    Warga Teluk Rendah Ilir Gotong Royong Bangun Gedung Baru TK Cahaya Hati ‎

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepala BKPSDM Tebo Himbau Seluruh OPD Waspada Akun Facebook Palsu Mengatasnamakan Dirinya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Warga Teluk Kulbi Sulap Pelepah Pinang jadi Barang Ekonomis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Al Haris Apresiasi Kemendikbud Ristek Kenalkan Budaya Jambi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kadisdikbud Tebo Bantah Surat Edaran Mutasi Kepala Sekolah, Dipastikan Bukan Produk Resmi Pemkab

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pos-pos Terbaru

  • Warga Teluk Rendah Ilir Gotong Royong Bangun Gedung Baru TK Cahaya Hati ‎
  • Gubernur Al Haris Terima Audiensi Ketua Umum DPP Walubi Siti Hartati Murdaya, Bahas Kerukunan dan Pemberdayaan Umat
  • Gubernur Al Haris Dorong Sungai Penuh Jadi Destinasi Wisata Budaya Unggulan ‎
  • Dampingi Wapres Gibran, Gubernur Al Haris Perjuangkan MRI Baru dan Tambahan Dokter Spesialis untuk RSUD Raden Mattaher
  • DPRD Kabupaten Tebo Kunjungi DPRD Kota Batam
Bekato

© 2022 Bekato.id | Developed by Websiteku.co.id

Navigate Site

  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Redaksi

Follow Us

No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Hukrim
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Lainnya
    • Ekbis
    • Khazanah
    • Opini
  • Advertorial

© 2022 Bekato.id | Developed by Websiteku.co.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist