JAMBI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jambi menggelar sidang paripurna dengan agenda penyampaian Pokok-pokok Pikiran (Pokir) dewan untuk tahun anggaran 2026 dan menyampaikan Nota Pengantar Rancangan Awal Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi Jambi (RPJMD) tahun 2025-2029,
Selasa (8/4).
Sidang paripurna dipimpin langsung Ketua DPRD Provinsi Jambi M Hafiz Fattah didampingi Wakil Ketua DPRD Jambi Ivan Wirata dan Samsul Riduan serta dihadiri Gubernur Jambi, Al Haris dan Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani.
Ketua DPRD Jambi M Hafiz Fattah mengatakan, dalam pokir dewan, diusulkan sebanyak 1.362 pokir, itu merupakan hasil reses anggota DPRD dari aspirasi masyarakat.
“Seingat saya sekitar 1.362 pokir, kita sudah sampaikan dengan pak gubernur, nanti akan kita bahas bersama-sama TAPD di rapat Banggar,” kata M Hafiz Fattah.
Jumlah itu, merupakan hasil dua kali reses yang dilakukan semua anggota dewan. “Harapannya nanti kita sesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah dan juga kita selaraskan dengan program-program yang disusun,” bebernya.
Sementara itu, Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos, MH menyampaikan bahwa, dalam upaya percepatan pengurangan ketimpangan pembangunan dan penurunan kemiskinan ada beberapa upaya yang akan dilakukan setiap tahun selama kepemimpinan Al Haris-Sani.
“Program Pertama adalah Quick Wins Program Jaringan Majukan Jambi yang kami singkat PRO JAMBI, program ini akan dilaksanakan oleh Perangkat Daerah untuk menu yang merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi, serta berupa bantuan keuangan untuk menu yang bukan kewenangan Pemerintah Provinsi,” ungkap Gubernur Al Haris.
“Menu pertama adalah Pro Jambi cerdas dengan kegiatan bantuan biaya pendidikan bagi siswa SMA/SMK dari keluarga kurang mampu; dan beasiswa S1, S2 dan S3 untuk umum; serta pendidikan vokasi secara kemitraan dengan Lembaga/Dunia Usaha baik dalam maupun luar negeri,” lanjutnya.
Dikatakan Gubernur Al Haris, sedangkan menu kedua adalah Pro Jambi sehat, antara lain berupa subsidi BPJS Kesehatan bagi keluarga miskin; bantuan gizi bagi ibu hamil, balita dan remaja, serta gerakan masyarakat hidup sehat.
“Untuk menu ketiga adalah Pro Jambi Tangguh, antara lain berupa bedah rumah; bantuan modal kerja bagi UMKM/Industri Rumah Tangga/start up/milenial; bantuan sarana prasarana pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan dan kehutanan; bantuan operasional lembaga adat; peningkatan life skill milenial/Gen Z siap kerja; job fair atau bursa kerja mantap berdaya saing; jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian bagi Tenaga Kerja Rentan; serta kredit murah 2% bagi petani, nelayan dan pedagang pasar tradisional,” ucapnya.(ezr)




Discussion about this post