Bekato
Senin, 27 April 2026
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Hukrim
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Lainnya
    • Ekbis
    • Khazanah
    • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Gaya Hidup
  • Budaya
  • Hiburan
  • Tren
  • Otomotif
  • Selebriti
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Wisata-Kuliner
Bekato
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Hukrim
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Lainnya
    • Ekbis
    • Khazanah
    • Opini
  • Advertorial
Bekato
HOME LIFESTYLE BUDAYA ENTERTAINMENT FASHION OTOMOTIF SELEBRITI SPORT TECHNO WISATA-KULINER

KPK Soroti Tata Kelola Jabar, Dari Dana Hibah hingga Lahan dan Kemacetan

17 Mei 2025
in Nasional
KPK Soroti Tata Kelola Jabar, Dari Dana Hibah hingga Lahan dan Kemacetan
3
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan perannya bukan hanya sebagai penindak, tetapi juga mitra strategis dalam memperbaiki tata kelola pemerintahan daerah.

Dalam pertemuan intensif dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (19/5/2025), sejumlah catatan penting disampaikan langsung oleh jajaran Satuan Tugas Pencegahan dan Penindakan KPK.

Salah satu sorotan utama KPK adalah pengelolaan dana hibah yang dinilai perlu perbaikan dari sisi kevalidan dan pembaruan data. Menurut Bahtiar Ujang Purnama, Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah II KPK, hibah harus menjadi instrumen nyata yang kembali kepada masyarakat.

“Kami hanya memastikan hibah itu tepat sasaran. Kalau tidak mengalir kembali ke masyarakat, itu akan kami kawal. Nanti Satgas Pencegahan dan Satgas Penindakan akan turun bersama ke kabupaten/kota. Kami bantu pemerintah, bukan mencari kesalahan,” ujarnya tegas.

Ia juga meminta Pemprov Jabar untuk membuka akses komunikasi dengan tim Korsup (Koordinasi dan Supervisi) Jawa Barat jika memerlukan bantuan atau klarifikasi lebih lanjut.

Isu pengalihan fungsi lahan dari ruang hijau dan lahan pangan menjadi area komersial atau tidak produktif menjadi perhatian serius. Praktik ini rawan suap dan merugikan kepentingan jangka panjang daerah.

“Ini akan kami benahi bersama. Akan kami bentuk tim yang juga melibatkan Badan Pertanahan Nasional (BPN). Jika perlu, kumpulkan camat dan kepala desa. Libatkan mereka dalam pengawasan,” tutur Ujang.

Ia menambahkan bahwa peran aktif Sekretaris Daerah Jabar sangat penting dalam menerjemahkan kebijakan dan merumuskan konsep yang dapat diterapkan secara administratif.

Tidak hanya soal anggaran dan lahan, masalah kemacetan di Kota Bandung juga menjadi perhatian serius. KPK mendorong lahirnya sistem transportasi publik yang lebih efektif dan terintegrasi.

“Bandung masuk kategori kota termacet. Pemprov Jabar harus bekerja sama dengan Pemkot Bandung untuk menyusun solusi sistemik. KPK sudah berikan masukan ke pejabat terkait sebelumnya,” ujarnya.

Langkah ini dianggap penting untuk mendorong efisiensi waktu, mengurangi beban ekonomi masyarakat, dan meningkatkan kualitas hidup warga kota.

Ujang menegaskan bahwa efektivitas anggaran harus bisa diukur secara objektif, bukan sekadar laporan formalitas. Ukuran keberhasilan harus berdasarkan dampak nyata terhadap masyarakat.

“Kami ingin memastikan bahwa Jawa Barat, dengan sumber daya besar yang dimiliki, mampu menjalankan pemerintahan yang bersih dan efisien. KPK bukan hanya pengawas, tapi mitra perubahan,” pungkasnya.

Catatan dan rekomendasi KPK ini menjadi peringatan dini sekaligus ajakan kolaboratif agar pemerintah daerah tidak terjebak dalam rutinitas administratif. Melainkan, menjadikan setiap kebijakan dan anggaran sebagai alat perubahan nyata yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Dari hibah yang transparan, lahan yang berkelanjutan, hingga transportasi yang efisien—semua bermuara pada satu hal: pemerintahan yang hadir untuk rakyat.(**)

Previous Post

Abun Yani Minta Pendirian Koperasi Merah Putih Jangan Dipersulit

Next Post

Ketua Komisi IV DPRD Jambi Masih Kosong, Hafiz Sebut Keputusan Harus Mengikuti Mekanisme

Next Post
Ketua Komisi IV DPRD Jambi Masih Kosong,  Hafiz Sebut Keputusan Harus Mengikuti Mekanisme

Ketua Komisi IV DPRD Jambi Masih Kosong, Hafiz Sebut Keputusan Harus Mengikuti Mekanisme

Discussion about this post

Terhangat Sepekan

  • Kepala BKPSDM Tebo Himbau Seluruh OPD Waspada Akun Facebook Palsu Mengatasnamakan Dirinya

    Kepala BKPSDM Tebo Himbau Seluruh OPD Waspada Akun Facebook Palsu Mengatasnamakan Dirinya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pj Bupati Varial Buka Musorkablub Kini Tebo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Zaiyen Amin, Tokoh di Balik Jejak Panjang Perjuangan PPDI Tebo dan Provinsi Jambi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Tebo Gelar Festival Kebudayaan di Desa Betung Bedarah Timur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hingga Oktober Kasus DBD di Provinsi Jambi capai 818 Kasus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pos-pos Terbaru

  • Dewan Minta Evaluasi Total Angkutan Baru Bara
  • DPRD Jambi Minta Pemprov Jambi Genjot PAD Demi Selamatkan Nasib Pegawai dan Layanan Publik
  • DPRD Jambi Gelar Paripurna LKPJ Gubernur 2025
  • DPRD Jambi Minta Pemkot Jambi Atensi Tumpukan Sampah
  • Al Haris Gelar Halal Bihalal di Kediaman Pribadi, Tekankan Pererat Kebersamaan
Bekato

© 2022 Bekato.id | Developed by Websiteku.co.id

Navigate Site

  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Redaksi

Follow Us

No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Hukrim
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Lainnya
    • Ekbis
    • Khazanah
    • Opini
  • Advertorial

© 2022 Bekato.id | Developed by Websiteku.co.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist